AMIKOM

Sunday, March 25, 2012

Gibson Les Paul Standard Traditional Pro Electric Guitar Specification

A gigging man's Les Paul with '60s slim-tapered neck and coil-split humbuckers.
Taking design and visual cues from the Les Pauls of the '80s and '90s, the Les Paul Traditional Pro features BurstBucker 3 and '57 Classic pickups with push/pull coil splits, '60s neck profile, Grover locking tuners, antique binding, period-correct pickguard, vintage Gibson top hat knobs, and the revolutionary Plek set up.
With all the fat, sweet, snarling Les Paul tone that purists love, the new Gibson Les Paul Standard Traditional Pro sports a mahogany body with a thick maple cap for the perfect blend of warmth and clarity. The top is finished in high-gloss lacquer, while the back, sides, and neck have a smooth satin finish that feels great and lets the wood resonate fully. Each Les Paul Traditional also comes with Gibson USA's standard black snakeskin case.
Period-Correct Pickguard
The creme-colored pickguard has been a Les Paul staple dating back to the models of the late 1950s and the early 1960s. Many players, however, removed the pickguard from their Les Pauls to show off the beauty of the flame maple tops, prompting Gibson to stop installing the pickguard altogether. During the 1980s and 1990s, Gibson began reinstalling the pickguard in the factory, and the Les Pauls from this era once again arrived in stores bearing the classic, creme-colored pickguard. The Les Paul Traditional comes equipped with a period-correct pickguard, designed to protect the maple top.
Pickups: Neck - '57 Classic; Bridge - BurstBucker 3
Among the qualities that make Gibson's original "Patent Applied For" humbucking pickups so unique are the subtle variations between coil windings. For the first few years of their productions—1955 to 1961—Gibson's PAF humbuckers were wound using imprecise machines, resulting in pickups with slightly different output and tone. The BurstBucker 3 and '57 Classic Plus pickups are the result of Gibson's drive to capture and recreate this characteristic. Introduced in 1992, the '57 Classic provides warm, full tone with a balanced response, packing that classic Gibson PAF humbucker crunch, inspired by those original PAFs that received a few extra turns of wire. Both are made by Gibson to the exact same specs as the original PAFs, including Alnico II magnets, nickel-plated pole pieces, nickel slugs, maple spacers, and vintage-style, 2-conductor braided wiring. Gibson added poly-coated wiring, which improves consistency by eliminating thick or thin spots on the wiring, and wax potting, which removes all internal air space and any chance of microphonic feedback. Both pickups offer coil splitting for single-coil sounds via push/pull switching in the volume controls.
Revolutionary Plek Set Up
The Les Paul Traditional is the first model from Gibson USA to utilize the revolutionary Plek machine in setting up the guitar. The Plek is a German-made, computer-controlled machine that carefully measures each fret, along with the fingerboard height under each string, and then automatically dresses each fret, virtually eliminating string buzz and greatly improving the overall playability of the guitar. This pioneering process does in minutes what it takes a luthier several hours—sometimes even days—to accomplish. Every fret is accurately aligned, and the guitar is properly intonated, leaving the instrument "Plek'd" and amazingly playable.
Antique Binding
To see the process of putting the binding on the Les Paul Traditional is to really appreciate the effort and attention that Gibson puts into each instrument. A lone craftsman will carefully glue and fit 2 pieces of binding around the entire body of a Les Paul. He then winds a single, very long piece of narrow cloth around the entire body until the entire surface is nearly covered. The body is then hung to dry for a full 24 hours before it is unwrapped and moved into the next phase of production. It has been done the same way for over 100 years. Some question the value of adding binding, but Gibson believes it is a fundamental part of our rich guitar-making history. The binding adds elegance to the Les Paul Standard, and helps protect the edges of the body. The neck binding is installed over the fret ends, which eliminates sharp fret edges and provides for a smooth neck and easier playability.
Check the drop-down menu to the right to select colors and/or other options.

Features

  • Body: Mahogany
  • Top: Carved maple
  • Back: Mahogany
  • Neck: Set mahogany
  • Neck Profile: '60s
  • Headstock: Angled
  • Scale length: 24-3/4"
  • Fingerboard: Bound Rosewood
  • No. of frets: 22
  • Nut width: 1.69"
  • Inlays: Trapezoid
  • Binding: Antique
  • Bridge: Tune-O-Matic with stopbar tailpiece
  • Tuners: Locking Grover
  • Hardware: Chrome
  • Bridge pickup: potted BurstBucker 3 humbucker with push/pull coil splitting
  • Neck Pickup: '57 Classic with push/pull coil splitting
  • Electronics: 2 volume with push/pull coil-splitting, 2 tone, 3-way toggle pickup selector
  • Knobs: Vintage Gibson top hats
  • Pickguard: Period-correct
  • Case: Hardshell
  • Other: Plek setup
Price: $199999

Friday, February 10, 2012

Afika Oreo

Afika Oreo atau yang bernama lengkap Amanina Afiqah Ibrahim pertama kali saya dengar namanya di facebook. Saat teman-teman saya berbondong-bondong mengganti foto profil facebook mereka dengan foto gadis kecil menggemaskan yang mereka sebut dek Afika. Yang kemudian saya ketahui, Afika Oreoatau Amanina Afiqah Ibrahim adalah gadis kecil yang tampil dalam video iklan Oreo baru-baru ini.
Saat saya browsing-browsing di google dengan kata kunci Amanina Afiqah Ibrahim dan Afika saya mendapati beberapa informasi seputar gadis kecil ini. Bahkan saya juga menemukan ada grup khusus penggemar Afika di kaskus, komunitas online terbesar di Indonesia.
Saya sudah mendapatkan profil Amanina Afiqah Ibrahim a.k.a Afika, dan berikut ini adalah profil Afika yang saya dapatkan dari internet:

Nama: Amanina Afiqah Ibrahim
Tanggal Lahir: 6 Januari 2006
Tentang:
Bintang iklan “Bebelac Star” dan “Oreo Ice Cream Jeruk” dan “Sepeda Family”
Jenis Kelamin: Perempuan
Nama orangtua : Ibu: Dina Erwin Estaria
Ayah: Erwin Andri Ibrahim
Adik : Danish Xavier Ibrahim (laki-laki, 2 tahun)
Minat Pribadi: Nyanyi, menari, main musik, akting
Game yang disuka: Angry Bird

Thursday, February 9, 2012

SIKAP (ATTITUDE)

Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita.
Sikap:
- suka = mendekat, mencari tahu, bergabung
- tidak suka = menghindar, menjauhi
Definisi:
1. berorientasi kepada respon
: sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek
2. berorientasi kepada kesiapan respon
: sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon.
: suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah terkondisikan.
3. berorientasi kepada skema triadik
: sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya.
Secara sederhana sikap didefinisikan :
Ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal.
Cth: sikap dalam kehidupan sehari-hari pada - iklan ,parpol ,opini

Komponen atau Struktur Sikap
Menurut Mar’at (1984):
1. Komponen kognisi yang berhubungan dengan belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, konsep
  •  persepsi, stereotipe, opini yang dimiliki individu mengenai sesuatu
2. Komponen Afeksi yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang
  •  menyangkut perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi
3. Komponen Kognisi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku
  •  ”kecenderungan” : belum berperilaku
- Interaksi antara komponen sikap:
  •  seharusnya membentuk pola sikap yang seragam ketika dihadapkan pada obejk sikap.
  •  Apabila salah satu komponen sikap tidak konsisten satu sama lain, maka akan terjadi ketidakselarasan - akibat: terjadi perubahan sikap
Pembentukan Sikap
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap:
1. Pengalaman pribadi
  •  Dasar pembentukan sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat
  •  Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional
2. Kebudayaan
  •  Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan
  •  Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan
3. Orang lain yang dianggap penting (Significant Otjhers)
  •  yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus
  •  Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin
  •  Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap yang searah (konformis) dengan orang yang dianggap penting.
4. Media massa
  •  Media massa berupa media cetak dan elektronik
Sri Utami Rahayuningsih - 2008
Psikologi Umum 2 – Bab 1: Sikap (Attitude) 3
  •  Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini kita
  •  Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal - hingga membentuk sikap tertentu
5. Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama
  •  Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu
  •  Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang - hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang
6. Faktor Emosional
  •  Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisime pertahanan ego.
  •  Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama)
  •  Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair)
Teori Tentang Sikap
1. Teori Keseimbangan
- Fokus: upaya individu untuk tetap konsisten dalam beersikap dalam hidup
- Teori keseimbangan dalam bentuk sederhana:
- Melibatkan hubungan-hubungan antara seseorang dengan dua objek sikap. Ketiga elemen tersebut dihubungkan dengan:
# Sikap favorable (baik, suka, positif)
# Sikap unfavorable (buruk, tidak suka, negatif)
- Pembentukan sikap tersebut dapat dapat seimbang atau tidak seimbang
- Contoh:
-
- Suatu sistem seimbang terjadi apabila seseorang sependapat dengan orang lain yang disukainya atau tidak sependapat dengan orang yang tidak disukainya
- Ketidakseimbangan terjadi bila seseorang tidak sependapat dengan orang yang disukainya atau sependapat dengan orang yang tidak disukainya.
-
Situasi seimbang Situasi tidak seimbang
- Hubungan afeksi dapat menghasilkan sistem yang tidak seimbang menjadi seimbang.
Sri Utami Rahayuningsih - 2008
Psikologi Umum 2 – Bab 1: Sikap (Attitude) 4
2. Teori Konsistensi Kognitif-Afektif
- Fokus: bagaimana seseorang berusaha membuat kognisi mereka konsisten dengan afeksinya
- Penilaian seseorang terhadap suatu kejadian akan mempengaruhi keyakinannya.
- Contoh: tidak jadi makan di restoran X karena temannya bilang bahwa restoran tersebut tidak halal 􀃆 padahal dia belum pernah makan disana
3. Teori Ketidaksesuaian (Dissonance Theory)
- Fokus: individu; menyelaraskan elemen-elemen kognisi, pemikiran atau struktur (Konsonansi : selaras).
- Disonansi : ketidakseimbangan, yaitu pikiran yang amat menekan dan memotivasi seseorang untuk memperbaikinya.
- Terdapat dua elemen kognitif; dimana disonansi terjadi jika 􀃆 kedua elemen tidak cocok sehingga menggangu logika dan pengharapan
- Misalnya: ”Merokok membahayakan kesehatan”
konsonansi dengan ”saya tidak merokok”; tetapi disonansi dengan ”perokok”.
- Cara mengurangi Disonansi:
a. Merubah salah satu elemen kognitif, yaitu dengan mengubah sikap agar sesuai dengan perilakunya. Misalnya : stop merokok
b. Menambahkan satu elemen kognitif baru. Misalnya: tidak percaya rokok merusak kesehatan
4. Teori Atribusi
- Fokus: individu mengetahui akan sikapnya dengan mengambil kesimpulan dari perilakunya sendiri dan persepsinya tentang situasi.
- Implikasinya adalah - perubahan perilaku yang dilakukan seseorang menimbulkan kesimpulan pada orang tersebut bahwa sikapnya telah berubah.
- Contoh: memasak setiap ada kesempatan - baru sadar kalau dirinya suka menyukai / hobi memasak
Pengukuran Sikap
- Secara ilmiah sikap dapat diukur, dimana sikap terhadap objek diterjemahkan dalam sistem angka
- Dua metode pengukuran sikap:
1. Metode Self Report
2. Pengukuran Involuntary Behavior

Self Report
  •  Misalnya ketika menyatakan kesukaan terhadap objek saat ditanya dalam interview atau menuliskan evalusi-evalusi dari suatu kuesioner
  •  dalam metode ini, jawaban yang diberikan dapat dijadikan idikator sikap seseorang
  •  Kelemahan: jika individu tidak menjawab pertanyaan yang diajukan maka tidak dapat diketahui pendapat atau sikapnya.
  • Self Report terdiri dari:
a. Public Opinion Polling
  •  Digunakan untuk mengumpulkan data dari masyarakat yang berkaitan dengan opini.
  •  Digunakan untuk meramalkan sesuatu atau menyediakan informasi, misalnya:
- Pro dan kontra aborsi
- Pembelian suatu produk (representatif)
  •  Empat langkah polling:
1. Seleksi terhadap sampel dari responden
2. Menyusun item-item sikap
3. Mengambil data terhadap sampel
4. Tabulasi data
  • Dalam pengukuran Public Opini Polling, item skala terdiri dari:
- Pertanyaan-pertanyaan tentang objek
- Format jawaban: tertutup (setuju – tidak setuju), terbuka
Misalnya:
  •  Aborsi tidak dilarang agama (pertanyaan tertutup):
           (...) sangat setuju
           (...) setuju
           ( v) tidak tahu
           (...) tidak setuju
           (...) sangat tidak setuju
  •  Saya lebih suka membeli tabloid (pertanyaan terbuka):
         a. Olahraga
         b. Wanita
         c. Gosip
         d. Film
         e. Lain-lain, sebutkan ............

b. Skala Sikap
  •  Yaitu: kumpulan pertanyaan mengenai objek sikap
  •  Mencoba memperoleh pengukuran yang tepat tentang sikap seseorang
  •  Akurasi pengukuran dilakukan dengan penggunaan beberapa item yang berkaitan dengan isyu yang sama
  •  Skala sikap melibatkan: belief dan opini terhadap suatu objek
  • Pertanyaan-pertanyaan atau item yang membentuk skala sikap dikenal dengan statement (pernyataan yang menyangkut objek psikologis).
Pengukuran Involuntary Behavior (Pengukuran terselubung)
- Pengukuran dapat dilakukan jika memang diinginkan atau dapat dilakukan oleh responden
- Dalam banyak situasi, akurasi pengukuran sikap dipengaruhi oleh kerelaan responden
- Pendekatan ini merupakan pendekatan observasi terhadap reaksi-reaksi fisiologis yang terjadi tanpa disadari dilakukan oleh individu yang bersangkutan.
- Observer dapat menginterpretasikan sikap individu mulai dari fasial reaction, voice tones, body gesture, keringat, dilatasi pupil mata, detak jantung, dan beberapa aspek fisiologis lainnya.
Faktor-faktor Perubah Sikap
Perubahan Sikap dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
       1. Sumber dari pesan
  •  Sumber pesan dapat berasal dari: seseorang, kelompok, institusi
  •  Dua ciri penting dari sumber pesan:
a. Kredibilitas
- semakin percaya dengan orang yang mengirimkan pesan, maka kita akan semakin menyukai untuk         dipengaruhi oleh pemberi pesan.
- Dua aspek penting dalam kredibilitas, yaitu:
- Keahlian keahlian dan kepercayaan saling berkaitan
- Kepercayaan
- Tingkat kredibilitas berpengaruh terhadap daya persuasif
Kredibilitas tinggi - daya persuasif tinggi
Kredibilitas rendah - daya persuatif rendah

b. Daya Tarik
- Kredibilitas masih perlu ditambah daya tarik agar lebih persuatif
 Efektivitas daya tarik dipengaruhi oleh:
- daya tarik fisik
- menyenangkan
- kemiripan

       2. Pesan (Isi pesan)
  • Umumnya berupa kata-kata dan simbol-simbol lain yang menyampaikan informasi
  •  Tiga hal yang berkaitan dengan isi pesan:
a. Usulan 
- suatu pernyataan yang kita terima secara tidak kritis
- pesan dirancang dengan harapan orang akan percaya, membentuk sikap, dan terhasut dengan apa yang dikatakan tanpa melihat faktanya
- Cth: iklan di TV
b. Menakuti
- cara lain untuk membujuk adalah dengan menakut-nakuti
- Jika terlalu berlebihan maka orang menjadi takut, sehingga informasi justru dijauhi
c. Pesan Satu sisi dan dua sisi
- Pesan satu sisi paling efektif jika orang dalam keadaan netral atau sudah menyukai suatu pesan
- Pesan dua sisi lebih disukai untuk mengubah pandangan yang bertentangan

      3. Penerima Pesan
- Beberapa ciri penerima pesan:
a. Influenceability
  sifat kepribadian seseorang tidak berhubungan dengan mudahnya seseorang untuk dibujuk, meski demikian:
- anak-anak lebih mudah dipengaruhi daripada orang dewasa
- orang berpendidikan rendah lebih mudah dipengaruhi daripada yang berpendidikan tinggi

b. Arah Perhatian dan Penafsiran
- Pesan akan berpengaruh pada penerima, tergantung dari persepsi dan penafsirannya
- yang terpenting : pesan yang dikirim ke tangan orang pertama, mungkin dapat berbeda jika info sampai ke penerima kedua.

c. Kekebalan (saat menerima info yang berlawanan)
  konsekuensi menerima pesan 1 sisi dan 2 sisi:
- Orang yang menerima, beberapa minggu kemudian kelihatan berbeda pendapat sesuai posisinya
- Pesan yang berlawanan akan lebih efektif pada penerima pesan satu sisi
- Penerima pesan 2 sisi lebih memiliki daya tahan terhadap pesan yang berlawanan

Wednesday, February 8, 2012

10 Nasihat Orang Tua yang Ternyata Berguna Bagi Kecantikan

Terkadang kita merasa kesal dengan omelan orang tua, meskipun kita tahu maksudnya baik. Namun, ada baiknya kita lebih menuruti nasihat-nasihat mereka, karena beberapa di antaranya ternyata bisa membantu kita menjaga kecantikan. Apa saja?


1. "Jangan terlalu sering makan mie instan!"
Berbagai produk instan serta makanan cepat saji berpotensi membuat tubuh memproduksi lebih banya insulin. Insulin memicu androgen untuk memproduksi lebih banyak minyak. Hasilnya, wajah pun jadi lebih mudah berjerawat.

2. "Jangan cemberut!"
Selain tidak enak dilihat, sering cemberut (termasuk memicingkan mata saat menonton televisi atau saat bekerja di depan komputer), bisa membuat kulit dahi dan sekitar mulut jadi lebih cepat berkerut, membuat Anda terlihat lebih tua.

3. "Jangan merokok!"
Anda tentunya sudah tahu efek buruk merokok bagi paru-paru. Namun rokok pun terbukti mempercepat proses penuaan pada kulit, dan membuat warna kulit jadi lebih kusam.

4. "Rambut jangan menutupi muka!"
Terkadang kita malas merapikan potongan rambut sehingga selalu saja ada poni atau sejumput rambut yang jatuh ke wajah, menutupi mata. Potongan seperti ini biasanya dilarang di sekolah karena mengganggu penglihatan, namun ternyata membiarkan rambut menyentuh wajah bisa membuat kulit mudah berjerawat. Ingat, kulit kepala dan rambut adalah salah satu bagian tubuh yang menyimpan banyak minyak.

5. "Jangan gigiti kuku!"
Selain menjijikkan, kuku yang sering digigiti biasanya tak akan tumbuh dengan baik. Bentuknya tak enak dilihat, kuku jadi rapuh dan mudah pecah, Anda pun bisa lebih mudah terkena infeksi.

6. "Jangan begadang!"
Istilah "beauty sleep" muncul karena tidur cukup memang bisa membuat kita lebih cantik. Saat kita tidur, sel-sel tubuh bekerja menggantikan sel yang rusak hari itu. Jika kita tak tidur, proses penggantian sel pun terganggu. Selain itu, kekurangan tidur bisa membuat tubuh tertekan dan memicu timbulnya jerawat.

7. "Duduk yang manis!"
Sebagai wanita, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk duduk dengan manis, dan jangan menyilangkan kaki. Kebiasaan bersilang kaki (menumpukan satu kaki di atas kaki yang lain) ternyata bisa menyebabkan varises. Jika Anda sudah duduk lama di atas kursi dan mulai merasa pegal, silangkanlah kaki di bagian mata kaki, bukan di lutut.

8. "Jangan teleponan lama-lama!"
Membiarkan pipi Anda menyentuh ponsel (atau telepon rumah) terlalu lama, bisa menyebabkan jerawat. Bukan hanya karena banyak bakteri yang menempel di telepon, tapi juga karena berbagai faktor lain seperti gesekan dan hawa panas.

9. "Sebelum tidur, cuci muka dulu!"
Saat tidur, suhu tubuh kita meningkat, dan kulit wajah akan lebih mudah menyerap apa pun yang ada di permukaannya. Jika yang ada di permukaan wajah kita adalah minyak, debu, dan sisa kosmetik, kira-kira apa yang akan terjadi pada kulit wajah? Lebih baik cuci muka dan biarkan kulit menyerap krim malam selama kita tidur.

10. "Jangan mengucek mata!"
Kebiasaan ini bisa membuat pembuluh darah di dekat mata pecah. Akibatnya, di bagian putih mata akan muncul tanda merah yang tak akan bisa dihilangkan kecuali dengan laser. Selain itu, terlalu sering mengucek mata bisa membuat kulit di sekitar mata jadi kendur dan mudah keriput.